A. TEORI
YANG MEMPENGARUHI MODEL KEBIDANAN
1.
TEORI ELA JOY LEHRMAN
lerhman mengharapkan bidan dapat melihat
semua aspek dalam memberikan asuhan pada ibu hamil dan bersalin, lehrman dan
morten mengemukakan delapan konsep penting dalam pelayanan antenatal:
·Asuhan
kebidanan yang berkesinambungan (continuity care)
·Keluarga
sebagai pusat kebidanan (family centered care)
·Pendidikan
dan konseling merupakan sebagian dari asuhan
·Tidak
ada intervensi dalam asuhan kebidanan
·Keterlibatan
dalam asuhan kebidanan
·Advokasi
dari pelayanan kebidanan
·Waktu
Asuhan yang parsipasif dalam konteks
pelayanan kebidanan di UK dibahaskan sebagai pilihan dan kontrol dari si wanita
yang dilayani (choise and control on the part of the woman ). Hal ini
dimaksudkan sebagai pengkajian dan merencanakan program.
2.
Morten
Morten (1991) menambahkan 3 macam dalam teori
lehrman.
1.
Teknik teurapetik
Proses komunikasi sangat
bermanfaat dalam proses perkembangan dan penyembuhan, misalnya:
a)
Mendengar aktif
b)
Mengkaji
c)
Klasifikasi
d)
Humor
e)
Sikap yang tidak menuduh
f)
Pengakuan
g)
Fasilitasi
h)
Pemberian izin
·
Pemberdayaan (enpowerment)
Suatu proses memberi
kekuasaan dan kekuatan, bidan melalui penampilan dan pendekatannya akan
meningkatkan kemampuan pasien dalam mengkoreksi, memvalidasi, menilai dan memberi
dukungan.
·
Hubungan dengan sesama (rateral relationship)
Menjalin hubungan yang baik dengan pasien, bersikap terbuka,
sejalan dengan pasien, sehingga bidan dan pasien terlihat akrab. Misalnya sifat
empati dan membagi pengalaman.
Lehrman dan Morten, memberikan suatu model praktik kebidanan yang
secara jelas menunjukkan area praktik kebidanan.
Kelompok 4:
·
Afita Rahayu
·
Cristy
Susanti
·
Dewi Kartika
·
Elisabeth Iin Thania
·
Patmawati
·
Siska
·
Suzan Ariani