Jumat, 01 Maret 2013

Teori Reva Rubin

      Teori Reva Rubin
Menekan pada pencapaian peran sebagai ibu, untuk mencapai peran ini seorang wanita memerlukan proses belajar melalui serangkaian aktivitas atau latihan. Dengan demikian, seorang wanita terutama calon ibu dapat mempelajari peran yang akan di alaminya kelak sehingga ia mampu beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi khususnya perubahan psikologis dalam kehamilan dan setelah persalinan.
Menurut Reva Rubin, seorang wanita sejak hamil sudah memiliki harapan-harapan antara lain:
  1. kesejahteraan ibu dan bayi
  2. penerimaan dari masyarakat
  3. penentuan identitas diri
  4. mengetahui tentang arti memberi dan menerima
perubahan umum pada perempuan hamil:
· ketergantungan dan butuh perhatian
· membutuhkan sosialisasi
Tahap-tahap psikologis yang biasa dilalui oleh calon ibu dalam mencapai peran nya:
a. anticipatory stage
seorang ibu mulai melakukan latihan peran dan memerlukan interaksi dengan anak yang lain.
b. honeymoon stage
ibu mulai memahami sepenuhnya peran dasar yang dijalaninya. Pada tahap ini ibu memerlukan bantuan dari anggota keluarga yang lain.
c. Plateu stage
Ibu akan mencoba apakah ia mampu berperan sebagai seorang ibu. Pada tahap ini ibu memerlukan waktu beberapa minggu sampai ibu kemudian melanjutkan sendiri.
d. Disengagement
Merupakan tahap penyelesain latihan peran sudah berakhir.
Aspek-aspek yang diidentifikasi dalam peran ibu adalah gambaran tentang idaman, gambaran diri dan tubuh. Gambaran diri seorang wanita adalah pandangan wanita tentang dirinya sendiri sebagai bagian dari pengalaman dirinya, sedangkan gambaran tubuh adalah berhubungan dengan perubahan fisik yang tejadi selama kehamilan.
Arti dan efek kehamilan pada pasangan.
  1. pasangan merasakan perubahan tubuh pasanganya pada kehamilan 8 (delapan) bulan sampai dengan 3(tiga) bulan setelah melahirkan.
  2. lelaki juga mengalami perubahan fisik dan psikososial selama wanita hamil.
  3. anak-anak akan di lahirkan merupakan gabungan dari tiga macam perbedaan:
    1. hubungan ibu dengan pasangan
    2. hubungan ibu dengan janin yang berkembang
    3. hubungan ibu dengan individu yang unik
  4. ibu tidk pernah lagi menjadi sendiri
  5. tugas yang harus di lakukan ibu atau pasangan dalam kehamilan:
    1. percaya bahwa ia hamil dan berhubungan dengan janin dalam satu tubuh
    2. persiapan terhadap pemisahan secara fisik pada kelahiran janin
    3. penyelesaiaan dan identifikasi kebinggungan dengan peran transisi.
  6. reaksi yang umum pada kehamilan:
    1. Trimester satu:ambivalen, takut, tantasi, khawatir.
    2. Trimester dua: parasaan enak metykebutuhan untuk mempelajari perkembangan dan pertumbuhan janin menjadi narsistik, pasif, introvent, egosentrik dan self centered.
    3. Trimester tiga: berperasaan aneh, semberono, jelek, menjadi introvert, merefleksikan terhadap pengalaman masa kecil.
Aspek yang di identifikasi dalam peran ibu:
a. gambaran tentang idaman bayi sehat.
b. gambaran tentang diri memandang tentang pengalaman yang dia lakukan.
c. gambaran tubuh, gambaran ketika hamil dan setelah nifas.
Beberapa tahapan aktifitas penting sebelim seseorang menjadi seorang ibu.
  1. Taking on (tahapan meniru)
Seorang wanita dalam pencapaiaan sebagai ibu akan memulainya dengan meniru dan melakukan peran seorang ibu.
  1. Taking in
Seorang wanita sedang membayangkan peran yang dilakukannya . introjektion, projection dan rejection merupakan tahap di mana wanita membedakan model-model yang sesuai dengan keinginannya.
  1. Letting go
Wanita mengingat kembali proses dan aktifitas yang sudah di lakukannya. Pada tahap ini seorang akan meninggalkan perannya di masa lalu.
Adaptasi psikososial pada masa post partum:
Keberhasilan masa transisi menjadi orang tua pada masa post partum di pengaruhi oleh:
  1.  
    1. respon dan dukungan dari keluarga
    2. hubungan antara melahirkan dengan harapan-harapan
    3. pengalaman melahirkan dam membesarkan anak yang lalu
    4. budaya
Reva rubin mengklasifikasikan tahapan ini menjadi tiga tahap yaitu:
a. periode taking in (hari pertama hingga kedua setelah melahirkan)
1. ibu masih pasif dan tergantung pada orang lain
2. perhatian ibu tertuju pada ke khawatiran pada perubahan tubuhnya
3. ibu akan mengulangi pengalaman-pengalaman ketika melahirakan
4. memerlikan ketenangan dalam tidur untuk mengembalikan keadaan tubuh kekondisi normal
5. nafsu makan ibu biasanya bertambah sehingga membutuhkan peningkatan nutrisi. Kurangnya nafsu makan menandakan proses pengembalian kondisi tubuh tidak berlangsung normal.
b. periode taking hold (hari kedua hingga ke empat setelah melahirkan)
1. ibu memperhatikan kemampuan menjadi orang tua dan meningkatkan tanggung jawab akan bayinya
2. ibu memfokuskan perhatian pada pengontrolan fungsi tubuh, BAK, BAB dan daya tahan tubuh
3. ibu cenderung terbuka menerima nasihat bidan dan kritikan pribadi
4. ibu berusaha untuk menguasai keterampilan merawat bayi seperti menggendong, menyusui, memandikan dan mengganti popok
5. kemungkinan ibu mengalami depresi postpartum karena merasa tidak mampu membesarkan bayinya
c. periode letting go
1. terjadi setelah ibu pulang ke rumah dan di pengaruhi oleh dukungan serta perhatian keluarga
2. ibu sudah mengambil tanggung jawab dalam merawat bayi dan memahami kebutuhan bayi sehingga akan mengurangi hak ibu dalam kebebasan dan hubungan social


Nama Kelompok 1: Arista
                               Dafitri
                               Dian
                               Dian
                               Indah
                               Susan
                               Titin
                               Wuri

14 komentar:


  1. kenalkan kami paryamtina dan olsa virginia dari kelompok 2 . kami ingin menyakan : Pada masing-masing tahap psikososial yang biasa di lalui oleh calon ibu dalam mencapai perannya, tolong jelaskan secara rinci pada masa kehamilan berapakah para calon ibu mencapai tahap poin-poin tersebut ? Terimakasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. baik, kami dari kelompok I akan menjawab pertanyaan kelompok II. pada tahap:
      a. anticipatory stage, ini terjadi pada trimester satu.
      b. honeymoon stage, ini terjadi pada trisemester dua.
      c. plateu stage, terjadi setelah ibu melahirkan, sekitar 1 sampai 4 hari atau lebih.
      d. disengagement, terjadi setelah ibu benar benar paham perannya sebagai seorang ibu, yaitu seiring pada pertumbuhan si anak.

      Hapus
  2. assalamualaikum.. wr..wb..
    kami dari kelompok 3 (maria, Sri H, Lisa, fitri M, Eva angel, jumayanti,bq.zia) ingin bertanya sedikit tentang teori anda yang berkaitan dengan arti dan efek kehamilan pada pasangan, pada point 2. yang menyebutkan bahwa seorang laki-laki juga mengalami perubahan fisik dan psikososial selama wanita hamil.
    pertanyaannya: sebutkan apa saja perubahan fisik maupun psikososial yang dialami laki-laki tersebut serta berikan contoh konkritnya. dan kenapa hal itu bisa terjadi???
    trimakasih :) :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik,, kepada kelompok 3 terimakasih atas pertanyaanya.. kami akan mencoba menjawab :
      1.Couvade syndrom. Suami sering ikut-ikutan mual, sakit punggung, berat badan bertambah, dan ngidam saat sang istri hal ini Berarti suami terkena couvade syndrom atau disebut juga dengan “kehamilan simpatik”.
      - kadar prolaktin dan kortisol pria meningkat, sementara kadar testosteron dan estradiol (hormon seks) menurun di awal dan akhir trimester kehamilan sang istri.
      2.Sang suami Merasa bahwa dirinya adalah pria utuh. Sebagai seorang suami, tentunya bangga ketika isterinya mengandung benih yang diberikannya.
      3. Bangga karena akhirnya mendapat penerusnya.
      4. Merasa cemas. Hal ini timbul karena adanya rasa ketidakpastian mengenai janin yang dikandung isterinya. Apakah janin tersebut akan lahir sehat atau tidak. Ataupun masalah biaya persalinan.
      5. Merasa kesal. Terkadang mengikuti kemauan istri tidaklah mudah. Terkadang suami sering merasa kesal akibat psikologis istri yang berubah saat hamil.
      6. Suami merasakan lebih protektif karena melindungi dua nyawa sekaligus.

      Hapus
    2. http://bidankusholihah.blogspot.com
      jawaban yang sangat memuaskan, terimakasih...
      maaf ya, bisa beri saran gak nih gimana caranya agar suami bisa sukses mendampingi masa-masa kehamilan dan persalinan bahkan sampai masa nifas istri?
      jazakillah ya
      :)

      Hapus
    3. Ok terima kasih atas sanggahannya dan kami akan mencoba memberikan saran bagaimana agar suami bisa sukses mendampingi istrinya sampai masa nifas dan seterusnya ..
      kan sekarang sudah ada program suami siaga nah di situ nanti setiap cek kehamilan tiap bulan suaminya menjadi pendamping dan pendengar serta belajar bersama dari Bidan atau dokter selama 0 bulan sampai masa nifas. sehingga otomatis pengetahuan suami juga bertambah dan dengan pengetahuan itu suami bisa memproteksi istrinya hingga masa nifas dan seterusnya..begitu :):):):):) bagaimana sudah paham belum?

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf, josten di luar materi kelompok kami, kita bisa mendiskusikan josten di luar kelompok :)

      Hapus
  4. kelompok 4: dewi kartika
    tolong berikan masing-masing contoh dari taking on, taking in, letting go.... terima kasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ok, kami akan menjawab :)
      a. takling on, adalah tahap dimana ibu meniru dan melakukan peran seorang ibu, contohnya yaitu ibu berlatih merawat bayi dengan menjadi pengasuh anak temannya atau mencoba menyuapi anak kecil.
      b. tatking in, meliputi kegiatan berfantasi. contohnya, ibu ibu mulai berangan angan baju apa yang akan dikenakan pada bayinya nanti.
      c. letting go, yaitu masa dimana wanita mengingat kembali proses dan aktivitas yang sudah dilaksanakan, contohnya ibu menghilangkan hal yang kurang baik dimasa lalu, dan memperbaikinya demi kesejahteraan anak.

      Hapus
  5. kelompok 4: patmawati
    dari teori ruben mengidentifikasi 3 aspek yang meliputi reaksi umum pada kehamilan,salah satunya pada trimester 1 yaitu ambiven,takut,fantasi,khawatir.yang saya tanyakan apa yang dimaksud ambiven? terima kasih.... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik terimakasih atas pertanyaan, kami akan mencoba menjawab:
      jadi yang di maksud ambivalen adalah konflik perasaan yang simultan, seperti cinta dan benci terhadap seseorang, sesuatu, atau keadaan (Bobak, Lowdermilk, & Jensen, 2005). Setiap wanita hamil memiliki sedikit rasa ambivalen dalam dirinya selama masa kehamilan. Ambivalen merupakan respon normal individu ketika akan memasuki suatu peran baru. Beberapa wanita merasa bahwa ini tidak nyata dan bukanlah saat yang tepat untuk hamil, walaupun ini telah direncanakan atau diidamkan.

      Hapus
  6. assalamu'alaikum WR.WB ..
    kami dri kelompok 5 , ingin menanyakan di bsini menurut reva rubin seorang wanita sejak hamil sudah memiliki harapan-harapan yang mencakup 4 hal,yang ingin kami tanyakan itu tentang penerimaan dari masyarakat itu , maksudnya apa tolong di jelaskan serta berikan contoh nya .. terimakasih :)

    BalasHapus
  7. Waalaikumsalam wr,wb
    Baik kepada kelompok 5 terimakasih atas pertanyaannya dan kami akan mencoba menjawab:
    maksud dari harapan ibu hamil penerimaan dari masyarakat tentunya butuh identitas diri dalam lingkup masyarakat itu sendiri supaya dia dapat melangsungkan kehidupan nya bersama masyarakat sekitar.
    Contoh nya: Ibu hamil di luar nikah sebagian besar tentunya akan dikucilkan oleh masyarakat sekitar dan pastinya dia akan merasa tidak adanya penerimaan keberadaan dirinya dan janin yang dikandungnya, padahal secara psikologis ibu hamil membutuhkan kesejahteraan bagi ibu dan janinnya. Maka dari itu seorang ibu hamil perlu identitas diri.

    BalasHapus